Selasa, 07 November 2017

Transformasi Digital - Agen Asuransi Terancam ?

Tentu kita masih ingat di era 80 an dan 90 an kita masih menikmati lagu-lagu nge-hit melalui kaset yang ada pitanya, beranjak milenium di  2000an, mulai berganti menjadi CD ( compact disc) atau kalau anak diskotik pasti mengenal laser disc..
Bagimana sekarang...CD sudah mulai ditinggalkan dan mulai orang dengan mudah mendown load lagu untuk mendengarkan musik musik favorit nya.
Contoh lain, tentunya Anda masih ingat era saat kita memotret dengan kamera dengan  media simpan foto film ( klise) kemudian menjadi mini CD kemudian sekarang ini tinggal menjadi seukuran kuku yg disebut SD card ...
WoW...perubahan yang saya kira pada saat itu orang tidak terpikirkan...namun menjadi perubahan yg sangat luar biasa
Silahkan Anda tanya ke Oom google, berapa banyak perusahaan yg kolaps dari perubahan itu ( baca: karyawan yg tidak terpakai lagi)
Perubahan-perubahan diatas tersebut bahasa kerennya " Transformasi Digital"
Terus apa hubungannya dengan kita orang asuransi...well...
Saya tidak promosi jika menyebutkan nama perusahaan di tulisan dibawah ini.
Anda tahu Traveloka kan? yess !!! mereka bisa jual tiket murah & service dari berbagai maskapai penerbangan dengan berbagai hal yg dapat memenuhi keinginan customer.
Nah, didunia asuransi sudah muncul travelokanya asuransi , ada broker online yang dapat menyediakan asuransi jiwa ( kesehatan, HCP, perlindungan jiwa dll) maupun kerugian ( asset bangunan, kendaraan dll).
Dengan smartphone ditangan, calon customer sudah bisa memilih kebutuhan asuransinya dengan premi maupun benefit yang diinginkan tanpa capek-capek bicara atau ketemu dengan marketing ( apalagi ke kantor asuransi) dan istimewanya lagi customer sangat leluasa bisa memilih perusahaan asuransi mana saja.
Isi kelengkapan data dengan online, bayar melalui transfer, kemudian polis dikirimkan.... caooo.... selesai deh punya polis asuransi. Nggak butuh marketing kan..
Nggak percaya , silahkan buka situs www.futuready.com , ini situs yang saat ini merupakan satu-satunya broker di Indonesia yang sudah mendapat ijin OJK untuk jual asuransi secara online. Tidak menutup kemungkinan akan muncul situs-situs yang lain yang sejenis (bisa jadi setyawanroses.insurance.com lho..😀)
Tet tet..tettttttt Transformasi Digital Asuransi sudah dimulai !
Ok, jadi profesi agen asuransi terancam dunk..
Well , penulis punya satu prinsip ( yg saat ini masih relevan..).. "Era digital ( mesin) diciptakan oleh manusia, manusia tidak semestinya kalah dg ciptaannya !" Caranya ?
Ide-ide :
1. Tidak ada alasan untuk tidak mengerti internet dan mulai menggunakan media-media digital yang ada ( Vlog, Blog, Web dll) untuk saran menjaring insurance client
2. Smart Phone used by smart people", maximalkan smartphone kita untuk mendekatkan dg calon clien insurane, bukan terlena menggunakan smartphone untuk kesenangan saja.
3. Perkuat silaturahmi dan komunikasi yang  mesin tidak akan pernah bisa lakukan.
4. Berikan pelayanan terbaik, "Service Excellent not Service Nyebelint", before and after selling.
5......
6......
Lho, point 5 & 6 kog kosong..
heheheeeh saya kira tulisan ini terbaca oleh smart people yang tentunya smart idea...
Silahkan Tambahkan ide-ide Anda

Semoga tulisan ini bermanfaat,
Lebih lengkap silahkan klik www.setyawanroses.com atau vlog: Setyawan Roses #Insuranceman


Senin, 16 Oktober 2017

MENJUAL ASURANSI ITU MUDAH... NIH JURUS-JURUSNYA !


JURUS 1 : Kalahkan Ketakutan Anda
Menjual asuransi itu gampang jika anda mampu mengalahkan ketakutan terbesar anda.

JURUS 2 : Katakan Sejujurnya
Katakan sejujurnya bahwa anda dari asuransi, ini akan menyelesaikan setengah dari pekerjaan anda. Sebaliknya, jika kita tidak jujur sejak awal, bersiap-siaplah menghadapi bahaya besar dikemudian hari.

JURUS 3 : Memasyarakatkan Asuransi
Menjual asuransi itu gampang jika kita mau menginvestasikan waktu untuk mendidik masyarakat agar melek asuransi. Masyarakat akan sukarela membeli polis asuransi jika tahu dan menyadari arti pentingnya asuransi bagi kehidupan mereka.

Jurus 4 : Kasus Bagi yang Berumur Pendek
Menjual asuransi itu gampang jika kita mampu menyadarkan calon nasabah bahwa umur pendek termasuk salah satu risiko yang ditanggung. Jika kepala keluarga sebagai pencari nafkah meninggal pada usia muda, ada beberapa kemungkinan yang akan terjadi ;
- Hilangnya sumber mata pencarian keluarga
- Istri harus menggantikan suami untuk mencari nafkah, akibatnya perhatian terhadap perkembangan anak-anak menjadi berkurang.
- Anak-anak bisa tumbuh tanpa pengawasan orang tua dan bisa berdampak negatif karena pergaulan bebas dan narkoba.

Kita harus mengingatkan calon nasabah bahwa :
- Kematian tidak memandang usia
- Kematian pencari nafkah tidak saja menghentikan penghasilan keluarga, tetapi juga menimbulkan dampak lain.
- Asuransi jiwa tidak untuk menggantikan jiwa tertanggung (yang diasuransikan) tetapi menggantikan penghasilan yang hilang dari tertanggung.

Sebaiknya mengambil asuransi selagi muda, karena nasabah bisa memperoleh keuntungan antar lain :
- Premi pasti lebih murah, karena yang menjadi dasar pada banding rate adalah usia.
- Kemungkinan tidak perlu medical check-up
- Peluang diterimanya jauh lebih besar

JURUS 5 : Kasus bagi yang Berumur Panjang
Menjual asuransi itu gampang jika kita mau mendengarkan dan mengemukakan fakta bahwa meskipun punya umur panjang seseorang perlu memiliki asuransi untuk memenuhi kebutuhannya yang melewati masa produktifnya. Seseorang yang berumur melebihi usia produktifnya sebenarnya sangat membutuhkan asuransi untuk tetap menjamin gaya hidupnya.

JURUS 6 : Kasus bagi yang Sakit, Cacat dan Tidak Berpenghasilan
Menjual asuransi itu gampang jika kita bisa menemukan apa yang menjadi kebutuhan calon nasabah dan polis anda akan terjual dengan mudah.
Sudah menjadi tugas kita sebagai Financial Consultant untuk mendidik dan meyakinkan masyarakat bahwa kita mampu memberi solusi untuk permasalahan yang mereka hadapi karena sakit, cacat dan tidak berpenghasilan lagi.

JURUS 7 : Kiat Menjual Dengan Cerdik
Kiat menjual dengan cerdik, diantaranya dengan membuat blog, brosur, mengundang orang untuk menghadiri presentasi sampai menawarkan polis kepada setiap orang yang ditemui.

JURUS 8 : Berbagi cara jual dengan marketing lain
Rapat dibutuhkan, terlebih lagi penjualan. Kita mengasah ketrampilan berjualan diforum rapat. Kita bisa melakukan sharing dengan agen lain dan belajar dari rekan-rekan yang telah sukses di dunia penjualan dan membagikan hambatan-hambatan dalam menghadapi nasabah.

JURUS 9 : Bersosialisasi
Menjual asuransi itu gampang jika anda mau meluangkan waktu untuk bersosialisasi. Bersosialisasi adalah langkah untuk memperbanyak hubungan baru, artinya bersosialisasi akan membuat kita mampu menjalin bisnis baru.

JURUS 10 : Menghilangkan Stigma Buruk Masyarakat
Menjual asuransi itu gampang jika kita mau menghilangkan stigma buruk agen maupun perusahaan asuransi di tengah masyarakat.
Seorang agen yang baik, yang memegang kode etik bisnis asuransi, setidaknya akan mengurangi seorang agen yang tidak baik di dunia asuransi.
Adapun jawaban dari perusahaan dari perusahaan asuransi adalah sebagai berikut :
- Klaim susah karena persyaratannya kurang
- Kita sebenarnya tidak berhubungan dengan agen, tetapi dengan perusahaan asuransi.
- Klaim tidak dibayarkan sesuai uang pertanggungan yang dijanjikan karena polis kadaluarsa.
- Sudah punya penyakit ketika membeli asuransi dan tidak mengatakan yang sebenarnya.
- Ada asuransi yang menjanjikan akan menanggung sekian banyak penyakit dalam polisnya, tetapi ternyata yang ditanggung adalah klien yang mengambil plan khusus.
- Ada perusahaan asuransi yang menjanjikan return yang sangat besar, padahal preminya murah.
- Ada agen nakal yang bekerja rangkap di lebih dari satu perusahaan asuransi.

JURUS 11 : Tujuh Kebiasaan Yang Sangat Efektif
- Jadilah Proaktif
- Mulai dengan akhir dalam pemikiran
- Dahulukan mana yang harus didahulukan
- Berpikir menang-menang (win-win solution)
- Berusaha mengerti lebih dahulu, baru dimengerti
- wujudkan sinergi
- Mengasah gergaji

JURUS 12 : No Pain, No Gain
"Tidak ada rasa sakit, tidak ada keuntungan". Dalam bisnis asuransi lebih cocok disebut No Selling, No Gain. Menjual asuransi itu gampang selama anda bersedia menahan sakit.

JURUS 13 : Bagaimana Saya Menjual Dengan Sukses
Bagaimana saya menjual dengan sukses :
- Jangan pernah meremehkan calon klien.
- Jangan pelit dalam memberikan pendidikan cuma-cuma kepada masyarakat yang masih awam terhadap asuransi.
- jangan berhenti berharap, itu mungkin semacam "iman" terhadap usaha perasuransian.
- Hanya karena tidak berhasil melakukan closing, kita kemudian berkesimpulan bahwa profesi sebagai financial consultant tidak cocok untuk kita.

JURUS 14 : Financial Consultant adalah problem solver
Menjual asuransi itu gampang jika masyarakat percaya kita adalah problem solver bagi masalah mereka. Financial consultant sebenarnya bisa menjadi solusi penyediaan tenaga kerja, karena pada dasarnya kita hidup dengan "berjualan" setiap waktu.

JURUS 15 : Pikirkan Untuk Apa Uang Anda
Menjual asuransi itu gampang jika anda bayangkan semua kebaikan yang bisa anda lakukan. Resapi, jika kita bisa mendiskripsikan untuk apa uang yang anda peroleh itu, dengan demikian kita akan mewujudkan nilai guna uang itu dengan lebih nyata. Memikirkan hendak digunakan untuk apa uang komisi penjualan berikut bonusnya, bisa menjadi pemacu dan pemicu anda untuk berjualan asuransi.

Konsultasi :
SETYAWAN
08122789402
setyawanroses@gmail.com


 
 
 
Source : Aneuk Miet

Sabtu, 14 Oktober 2017

ASURANSI KESEHATAN - Masih Nggak Butuh ...."

Saat kita sakit kita merasakan betapa mahalnya sehat itu..tapi pada saat sehat belum tentu kita memikirkan bagaimana biaya perawatan sakit itu mahal..

..............Ah tenang... kan masih di cover biayanya dari kantor.... !!!
"Lah itu kan sekarang... kalau besok pensiun ?!.. atau kena pengurangan pegawai?!....atau PHK...?! "

.........Lho tenang saja, Tuhan pasti punya rencana yang baik....
"Betul Sodara-sodara, Bapak,Ibu, Bang,Neng, Mbak, Mas.... lha Tuhan kan juga akan melihat usahanya manusia.... kata orang Jawa "Gusti Allah ora Sare ( tidur - red)..." karena tidak sare itulah Tuhan pasti melihat mana yang usaha, sama mana yang biasa-biasa saja.... 
"Mosok yang santai-santai nggak usaha diberi hasil sama dengan yang memikirkan dan berusaha,  ya gak bisa to zaaaa....!!"

Ok Bro Setyawan, wis karepmu opo...?!
"Lho , ayok siapkan dana kesehatan iku nggo diri sendiri & keluarga...mulai sekarang !

"Wah nanti dulu... kalau sudah mau pensiun saja, sekarang kan masih ada dari kantor !
Silahkan saja... nanti kalau sudah mau pensiun baru ketahuan susah& besarnya biaya nya... 

 Langsung saja, ini jawabnya untuk yang masih ngeyel  !!!!

 Berikut  biaya kesehatan Pak Ngeyel yang baru ikut diusia 55 tahun 




Coba sekarang yang milik Pak Sadar yang ikut saat usia 35 tahun !

"Nah kan, sama-sama dapat kelas kamar inap per hari 1 juta, tapi bayar-nya beda."
Pak Ngeyel harus bayar 7,7 juta lebih, sementara pak Sadar hanya 5 juta per tahun.

.................Ok ok Pak, aku mau pakai asuransi kesehatan....... 
"Tapi yang bayarnya setahun sekali terus kog uang premi nya hilang....nggak mau yoooo !"

"Nih masih ada solusi lain...
kita kasih yang manfaat kamar dan lain lain sama, bayarnya bulanan/triwulanan/semesteran uang preminya tidak hilang.... monggo simak yang dibawah ini :


 Nah Manfaatnya sama, dapat kamar inap kelas 1 juta dan semua tagihan rumah sakit dibayar sesuai tagihan...terus uang preminya tidak hilang..seperti dibawah ini:

Tabel Perkiraan Nilai Tunai dari Setoran premi :
Penjelasannya begini :
Nabung hanya 10 tahun, setelah itu berhenti,  (Nah kan, gak sampai pensiun udah selesai)
Dapat manfaat asuransi kesehatan s.d umur 74 tahun,
Uang Pertanggungan Jiwa  s.d 25 juta atau disesuaikan dengan kebutuhan
Untuk nilai tunai tabungan saat ingin ditarik dananya silahkan ditarik saja seperti penarikan tabungan...(nah yang ini jangan jangka pendek ya..), disarankan seperti ditunjuk anak panah diatas

"Klaimnya bagaimana dunk.. ?!!.

 1. Saat dirawat inap  tinggal tunjukkan kartu Sinarmas kesehatannya dan digesek oleh petugas di RS...jadi pasien tidak perlu uang tunai...tinggal konsentrasi penyembuhan.

2. Jika pasien meninggal...uang pertanggungannya  di klaim disetiap kantor Sinarmas MSIG Life diseluruh Indonesia (Biasanya menjadi satu dengan Bank Sinarmas) atau di klaim melalui Bagian Klaim di SinarmasMSIG Life Wisma Eka Jiwa 8-9th Floor Jl.Mangga Dua Raya Jakarta Pusat 10730

3.  Jika akan penarikan nilai tunai  yang tersedia......sama saja dengan klaim nomor 2. 

......."BeTeWe... kalau kelas kamar maupun bayar preminya tidak 1 juta apakah bisa....."
"Ohh tentu saja sangat bisa tinggal disesuaikan dengan usia, budget dan kelas kamar yang dibutuhkan...!" 
Sederhana, sangat bermanfaat dan mudah bukan...

Jadi , tunggu apalagi, usia tua pasti,  kemungkinan sakit ada... jadi kapan lagi kalau tidak menabung dengan mendapat manfaat tambahan yang sangat banyak...

"Stop... mengatakan  asuransi tidak penting, asuransi susah dll..."

Buktikan sendiri....Salam Sehat Selalu dan Bahagia !

Konsultasi :
SETYAWAN - 08122789402 - setyawanroses@gmail.com
atau :
Kantor Sinarmas MSIG Life:
 Jl. Wonoagung 21, Sawunggaling,  Wonokromo, Surabaya 
(Sebelah Barat Surabaya Town Square - Sutos)

Nb: 
Tulisan ini adalah kisah penulis sendiri yang pensiun dini sebagai senior manager dari sebuah bank swasta yang kemudian fokus didunia insurance... sampai suatu saat menemukan seorang klien (closing) yang merupakan salah seorang eksekutif sebuah perusahaan  ternama di Indonesia yang menyadari betapa asuransi kesehatan saat ini penting disiapkan untuk masa pensiun.






  

Minggu, 27 Agustus 2017

3 Hal Yang Dilakukan Istri Jika Suami Meninggal Dunia


"Pernahkah terpikirkan oleh Anda, terutama istri, apa yang harus dilakukan jika suami meninggal dunia dalam usia muda/ tua dengan kondisi meninggalkan anak-anak yang masih belia?"

Setidaknya ada 3 langkah yang pada umumnya dilakukan istri jika suaminya meninggal dunia tanpa memiliki asuransi jiwa.
  1. Pulang ke rumah orangtua
          Dengan catatan, ortu masih ada dan tidak keberatan diganduli lagi oleh anak berikut cucunya.

  1. Bekerja Sendiri
          Dengan konsekuensi meninggalkan anak-anak atau menitipkannya ke pengasuh atau tetangga.

  1. Cari suami baru yang mapan
           Itu pun jika ada yang mau, termasuk mau menerima keberadaan anak-anak.

Lain halnya jika suami punya asuransi jiwa dengan uang pertanggungan yang cukup, maka istri punya pilihan keempat:
  1. Tetap tinggal di rumahnya, tidak perlu balik ke rumah ortu, tidak perlu bekerja, dan bahkan tidak perlu suami baru ( kalau hanya butuh materi untuk hidup), karena kebutuhan ekonomi sudah tercukupi oleh warisan dari uang asuransi jiwa almarhum suaminya.
Ketika marketing datang dan menawarkan asuransi jiwa, tak jarang para suami kuatir istrinya tidak setuju, dan istri terkadang kuatir uang belanjanya jadi berkurang. Suami-istri yang bijak seharusnya membujuk pasangannya untuk setuju dengan asuransi jiwa.

Jadi, baik anda seorang suami atau seorang istri, pikirkanlah hal di atas dan lakukan langkah yang tepat, yaitu mengambil asuransi jiwa, dan setelah itu anda bisa tenang.
“Ah, kayak gitu gak usah dipikirin, nanti malah bikin susah,” mungkin begitu kata sebagian orang.
Pilihannya:
"Lebih baik dipikirkan sekarang saat masih baik-baik saja, atau dipikirkan nanti saat sudah susah?

Produk yang disarankan premi mulai 300 ribu per bulan ( 10 % dari UMR  di Jatim) sehingga mendapatkan uang pertanggungan mulai ratusan juta hingga miliaran rupiah, dan bisa ditambah manfaat proteksi kecelakaan, cacat tetap, penyakit kritis, dan rawat inap cashless.
Silahkan dicermati penawaran premi berikut sesuai dengan budget & hasil maksimal, klik link berikut >> : Premi minimal bulanan untuk mendapatkan uang pertanggungan dan nilai tunai pengembangan maksimal.

Untuk konsultasi mengenai program ini, silakan menghubungi:
SETYAWAN ( Asuransi Sinarmas MSIG Life - Agency )
HP/WA: 08122789402 - Email: setyawanroses@gmail.com 
Tinggal di Surabaya

Atau:
Kontak agen Sinarmas di Sinarmas MSIG Life - Arthamas Agency Jl. Wonoagung 21 Surabaya 
telp. 031-5622738 
Istri asuransi jiwa




source: Asep Sopyan

Selasa, 22 Agustus 2017

Apakah Karyawan Butuh Asuransi Kesehatan Tambahan?


Bagi anda yang pernah mengalami rawat inap di rumah sakit (RS), tentu mengetahui betapa besarnya biaya yang harus ditanggung pada saat keluar RS. Sekarang ini kelas perawatan RS yang nyaman (VIP) di Jakarta sudah jarang yang harganya dibawah Rp 1juta per malam. Apabila anda bekerja sebagai karyawan, hampir sebagian besar perusahaan sudah memasukkan asuransi kesehatan sebagai bagian dari fasilitas benefitnya. Namun tidak sedikit pula karyawan yang merasa bahwa fasilitas yang diberikan perusahaan kurang mencukupi.
Wajar, karena biasanya fasilitas ini diberikan sesuai jabatan karyawan dan dengan plafon rawat inap yang sudah ditentukan. Umumnya besaran plafon ini lebih rendah daripada harga rawat inap RS langganan kita.
Pada saat itulah anda akan berpikir perlukah seorang karyawan membeli asuransi kesehatan tambahan?


BPJS Kesehatan vs Asuransi Kesehatan

Saat ini Pemerintah sudah memberlakukan kewajiban bagi seluruh perusahaan untuk mengikutsertakan karyawan ke dalam program BPJS Kesehatan.
Sedikit gambaran mengenai program BPJS Kesehatan, program ini bertujuan untuk memberikan fasilitas kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia (ditargetkan 2019 semua penduduk sudah tercover).
Fasilitas BPJS Kesehatan itu sendiri meliputi rawat inap, rawat jalan, rawat bersalin (melahirkan), sampai rawat gigi dan kacamata.
Perbedaan mendasar antara BPJS Kesehatan dan asuransi kesehatan swasta adalah pemberlakuan sistem berjenjang sebelum mendapatkan fasilitas kesehatan rawat inap. Sebagai contoh, apabila anda sakit, anda diwajibkan untuk pergi terlebih dahulu ke fasilitas kesehatan tingkat pertama / FKTP (Dokter umum/puskesmas/klinik).
Apabila FKTP merekomendasikan anda ke dokter spesialis atau rawat inap maka baru anda bisa pergi ke klinik spesialis/rumah sakit. Di rumah sakit pun kamar yang tersedia hanyalah kamar kelas III/II/I.
Jadi untuk apa kita punya BPJS Kesehatan dan bayar iurannya tiap bulan? Selain program wajib pemerintah (yang gunanya untuk subsidi silang bagi rakyat tidak mampu), BPJS sangat berguna bagi penyakit-penyakit kritis, misalnya pasang ring jantung atau cuci darah.
Dari penjelasan singkat mengenai BPJS, bisa disimpulkan bahwa asuransi kesehatan swasta lebih unggul dalam hal kenyamanan penggunaannya (tidak perlu melalui proses berjenjang).
Dengan pertimbangan kenyamanan ini, khusus untuk pembahasan kali ini kita batasi ruang lingkupnya pada perlu tidaknya tambahan asuransi kesehatan selain asuransi kesehatan yang diperoleh dari kantor.

Pertimbangan sebelum membeli asuransi kesehatan

Ada beberapa hal yang harus anda atau seorang karyawan pertimbangkan sebelum memutuskan untuk membeli asuransi kesehatan tambahan.

#1 Ketahui detail manfaat asuransi kesehatan dari kantor

Hal pertama yang anda harus cermati sebelum membeli asuransi kesehatan swasta tambahan adalah anda harus mengetahui secara detail manfaat kesehatan yang diberikan oleh perusahaan, baik untuk rawat inap, rawat jalan, rawat bersalin, rawat gigi.
Sebagai contoh, berapa hak kelas kamar yang diberikan perusahaan untuk rawat inap (bisa berbentuk rupiah ataupun kelas kamar), kemudian apakah ada limit tahunan ataupun limit per kejadian.
Untuk rawat jalan bisa diperhatikan limit yang diberikan untuk dokter umum, dokter spesialis dan obat-obatan (bisa per kedatangan/visit ataupun per tahun). Sementara untuk rawat bersalin bisa dilihat limit untuk melahirkan normal dan caesar.
Jika ternyata masih belum memadai dan dirasa kurang cukup, ini jadi alasan untuk mempertimbangkan asuransi kesehatan tambahan.

#2 Ukur tingkat kenyamanan yang diinginkan

Setelah anda mengetahui manfaat asuransi kesehatan yang diberikan perusahaan maka selanjutnya anda harus mengukur tingkat kenyamanan apa yang anda inginkan apabila anda sakit.
Contoh, apabila anda mendapatkan hak kelas kamar untuk rawat inap sebesar Rp 300-350 ribu per malam, maka pada umumnya limit tersebut bisa digunakan untuk kelas kamar III di rumah sakit (walaupun biaya dapat berbeda-beda tergantung RS nya).
Kelas kamar III berarti ada sekitar 6 pasien dalam satu kamar, apakah anda nyaman dengan kondisi tersebut? Apabila anda merasa kurang nyaman, dan menginginkan kelas kamar yang lebih tinggi, misalnya kelas I yang hanya berisi 2 pasien per kamar (biaya per malam sekitar 750 ribu – 1 juta), maka anda bisa mempertimbangkan untuk membeli asuransi kesehatan tambahan.
Atau anda bisa juga mencari tau harga kamar di RS terdekat dari rumah atau RS langganan. Itu juga bisa menjadi patokan untuk mengukur tingkat kenyamanan apabila sakit.

Hal yang harus diperhatikan dalam membeli asuransi kesehatan tambahan

Apabila anda akhirnya memutuskan untuk membeli asuransi kesehatan tambahan, maka ada beberapa hal yang perlu dikonfirmasikan kepada agen asuransinya terlebih dahulu.

#1 Coordination of Benefit (CoB)

Hal terpenting yang harus ditanyakan kepada agen asuransi adalah apakah asuransi tersebut bisa digunakan untuk kordinasi manfaat (coordination of benefit) dan menjadi penjamin kedua.
Dengan demikian anda akan memaksimalkan asuransi kesehatan yang diberikan perusahaan dan dapat naik kelas sesuai yang diinginkan. Misalnya, anda menginginkan kelas kamar I (rata-rata 750 ribu per malam), semantara perusahaan hanya mengcover kelas III (rata2 350 ribu per malam).
Maka asuransi kesehatan tambahan yang harus anda beli hanyalah selisih nya (400 ribu) dan anda tidak perlu beli asuransi kesehatan tambahan sebesar kelas kamar 750 ribu per malam.
Catatan: Sebaiknya tanyakan pada agen asuransi kesehatan tambahan mengenai apakah asuransi tersebut memiliki CoB dengan perusahaan asuransi kesehatan dari kantor kita.
Sebagai informasi tambahan, saat ini sudah ada CoB antara BPJS Kesehatan dengan asuransi kesehatan swasta. Namun persyaratan melalui proses berjenjang tetap harus dipenuhi.
Disamping itu potensi excess biaya perawatan masih tetap ada mengignat BPJS Kesehatan mengcover biaya berdasarkan INA CBG (Indonesia Case Base Group), yaitu biaya perawatan yang sudah ditetapkan pemerintah. Misalnya, untuk kasus DBD, sudah ditetapkan maksimum hari perawatan, obat yang digunakan, dll.

#2 Proses reimburse saat klaim

Perlu ditanyakan ke agen juga mengenai proses reimburse penjaminannya bagaimana, apakah sulit dan perlu banyak dokumen?
Karena apabila anda menggunakan fasilitas kordinasi manfaat, biasanya excess biaya akan ditagihkan ke anda terlebih dahulu baru bisa di reimburse ke asuransi kesehatan tambahan anda. Pada saat ini hampir semua asuransi kesehatan sudah memiliki fasilitas kordinasi manfaat.
Umumnya asuransi kesehatan kantor akan menjadi penjamin utama dan asuransi kesehatan tambahan akan menjadi penjamin kedua dengan sistem reimburse.
Penjamin kedua biasanya membutuhkan kuitansi legalisir (dari RS atau aseuransi kesehatan penjamin pertama). Penjamin kedua juga bianya membutuhkan surat CoB dari asuransi kesehatan penjamin pertama yang menerangkan biaya yang sudah dicover oleh penjamin pertama.

#3 Coverage kesehatan yang diinginkan

Selanjutnya yang harus anda putuskan sebelum membeli asuransi kesehatan tambahan adalah apakah anda ingin mendapatkan fasilitas rawat inap saja atau rawat inap beserta rawat jalan, melahirkan, gigi dst.
Karena hal ini akan berdampak besar pada jumlah premi tahunan yang akan anda bayar. Apabila anda hanya membutuhkan fasilitas rawat inap saja karena fasilitas lainnya sudah ditanggung kantor, maka total preminya akan lebih murah dibanding anda membeli paket full.

#4 Jenis produk asuransi kesehatan

Produk asuransi kesehatan sendiri sudah mulai beragam di indonesia, apakah dijual dengan tradisional (proteksi saja) ataupun dicampur dengan asuransi jiwa (melalui rider) ataupun investasi (unit link).
Ini juga yang harus anda putuskan sebelum membeli produk asuransi kesehatan tambahan. Pastikan produk yang digunakan sudah sesuai kebutuhan dengan premi yang terjangkau.

Penutup

Demikian sharing saya tentang apakah seorang karyawan yang telah memiliki asuransi kesehatan dari kantor masih membutuhkan asuransi kesehatan atau tidak.
Semoga bermanfaat.

Jika perlu diskusi untuk kebutuhan asuransi kesehatan ini silahkan kontak :
SETYAWAN 
(08122789402 - Phone/WA)
setyawanroses@gmail.com 


 

Kamis, 27 Juli 2017

GAJI PAS-PASAN ... TABUNGAN BISA 10 JUTA !!

Strategi Miliki Tabungan  10 Juta Lebih,  Meski Gaji Pas-pasan

Menabung tentu bukan sebuah hal yang baru lagi, mengingat kegiatan ini bahkan seringkali telah dikenalkan sejak seseorang masih kecil (usia sekolah). Hampir semua orang yang pernah menginjakkan kakinya di sekolah akan mengerti dan paham benar tentang manfaat menabung, sebab ibu dan bapak guru begitu sering mengingatkan hal ini di sekolah. Namun, bagaimana dengan realisasinya, berapa banyak sebenarnya orang yang bisa melakukan kegiatan tersebut dengan baik di dalam hidup mereka?
Meski terlihat mudah dan tidak merepotkan, namun pada kenyataannya kegiatan menabung kerap menjadi salah satu hal yang sulit untuk dijalankan oleh sebagian besar orang. Bukan hanya oleh mereka yang masih belum dewasa saja atau masih berusia sekolah, bahkan oleh mereka yang telah bekerja dan memiliki penghasilan sekalipun, kegiatan ini terasa sulit untuk dijadikan sebagai kebiasaan.
Selalu ada banyak alasan untuk menunda dan tidak kunjung memulai kegiatan menabung tersebut, meskipun telah memiliki sejumlah penghasilan. Alasan ini bisa saja beragam, mulai dari: gaji yang terlalu kecil, pengeluaran yang selalu membengkak, atau bahkan penghasilan yang tidak pernah cukup untuk menutupi semua kebutuhan.

Pahami Manfaatnya dengan Baik Sejak Awal

Ketika Anda berencana untuk melakukan sebuah kegiatan, maka tentu wajib mempertimbangkan efek serta manfaat yang akan Anda dapatkan atas kegiatan tersebut. Hal yang sama juga bisa dilakukan untuk membiasakan diri dalam menabung. Jika Anda memahami dengan baik manfaat yang akan didapatkan atas kegiatan tersebut, maka keinginan untuk segera dan terus menabung juga akan semakin besar.
Anda tentu mengerti dengan baik, bagaimana sejumlah kebutuhan dan juga pengeluaran bisa saja muncul secara mendadak dan segera membutuhkan penanganan serta sejumlah dana yang cukup. Hal-hal seperti inilah yang patut dijadikan sebagai alasan mengapa penting untuk segera memiliki sejumlah tabungan. Bukan hanya itu saja, pertimbangkan juga untuk memiliki sejumlah kegiatan investasi di masa yang akan datang, yang tentunya bisa dimulai dari sekarang dengan cara menabung terlebih dahulu.
Artinya, kegiatan menabung ini bisa juga dilibatkan untuk mencapai tujuan keuangan di masa yang akan datang, di mana tujuan tersebut mungkin saja tidak bisa dicapai dalam kurun waktu yang cepat akibat minimnya pendapatan saat ini. Jika mencicilnya ke dalam tabungan, maka sejumlah dana yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan keuangan tersebut dapat dikumpulkan secara bertahap.
Apapun yang Anda butuhkan di dalam keuangan, pastikan untuk selalu memiliki banyak alasan untuk menabung, berapapun jumlah pendapatan saat ini. Simak beberapa strategi menabung berikut ini, yang bisa dilakukan untuk memiliki tabungan Rp10 juta dengan jumlah gaji yang pas-pasan:

1. Atur Anggaran dengan Ketat

mengatur keuangan
Mengatur Keuangan via shutterstock.com

Hal pertama yang wajib dilakukan adalah mengatur anggaran pengeluaran bulanan. Lakukan hal ini sebelum gaji turun, sehingga memiliki waktu yang cukup untuk menghitung, mempertimbangkan dan menyusun anggaran terbaik untuk keuangan. Susun anggaran ini dengan ketat, di mana semua kebutuhan terpenuhi dengan tepat. Anda hanya perlu membelanjakan uang untuk berbagai kebutuhan pokok dan juga yang tidak bisa tidak dipenuhi saja. Hindarilah berbagai kebutuhan yang tidak begitu penting, dan memiliki efek pemborosan di dalam keuangan.

2. Tempatkan Dana Darurat Sejak Awal

Jangan lupa untuk menempatkan sejumlah dana darurat di dalam anggaran keuangan, sehingga tidak ada lagi alasan untuk mengganggu gugat sejumlah dana tabungan yang dimiliki. Ini sangat penting untuk dicermati sejak awal, sebab akan berdampak besar bagi keberlangsungan dana tabungan yang telah disisihkan di dalam keuangan setiap bulannya.

3. Prioritaskan Kegiatan Menabung setelah Gajian

menabung setelah gajian
Menabung setelah Gajian via shutterstock.com

Bukan belanja atau mencicil hutang, namun dana tabungan adalah hal pertama yang wajib Anda prioritaskan sesaat setelah gaji cair. Hal ini sangat penting untuk selalu diutamakan, sebelum akhirnya mengalokasikan gaji ke berbagai pos pengeluaran lainnya di dalam keuangan. Jika disiplin melakukan hal ini, maka setiap bulan akan bisa memiliki sejumlah tabungan secara rutin.

4. Tempatkan Tabungan dalam Rekening Khusus

Jangan lupa untuk selalu memisahkan dana tabungan dari dana lainnya, sehingga Anda tidak memiliki alasan untuk mengganggu dan menggunakan dana tersebut. Buatlah sebuah rekening terpisah untuk dana tabungan ini, di mana tidak perlu membawa buku tabungan atau kartu ATM nya ketika berbelanja. Segera transferkan sejumlah dana tabungan sesaat setelah gaji cair, hal ini penting untuk membantu memudahkan dalam mengelola keuangan dengan ketat.

5. Tabungkan dalam Nominal Tertentu

tabungkan dalam nominal tertentu
Tabungkan dalam Nominal Tertentu via shutterstock.com

Kegiatan ini khusus bagi Anda yang menabung di rumah tanpa menyimpannya di dalam rekening tabungan. Ada sensasi berbeda ketika Anda mengumpulkan dan menabung setiap lembar uang dalam nominal tertentu yang Anda miliki, misalnya: pecahan Rp20 ribu, pecahan Rp10 ribu, dan yang lainnya.
Masukkan uang tersebut ke dalam celengan atau ke dalam wadah kaca yang terlihat menarik bagi Anda. Kegiatan ini akan menyenangkan, terutama jika memang memiliki keinginan yang kuat untuk menabung.

6. Berhemat dan Tabungkan Setiap Hari

Selain tabungan bulanan, ada baiknya Anda juga mulai berhemat pengeluaran harian mulai sekarang. Jangan salah, jumlah ini juga lumayan besar jika melakukannya sepanjang bulan. Jika tadinya berangkat kerja naik taksi, maka ada baiknya menggunakan kendaraan umum lainnya yang lebih ramah di kantong, seperti bus atau kereta.
Bisa juga berhemat dengan membawa bekal makan siang dari rumah, sehingga bisa menabung dan memakan makanan yang sehat setiap harinya. Kegiatan menabung harian ini bisa membantu untuk menabung dalam jumlah besar, bahkan jauh lebih besar dari yang Anda perkirakan.

7. Bawa Uang Pas saat Bepergian

bawa uang pas saat bepergian
Bawa Uang Pas saat Bepergian via shutterstock.com

Hindari untuk mengalami “kecelakaan” dalam pengeluaran, di mana seringkali mengeluarkan uang tanpa sebuah rencana / perhitungan awal. Hal seperti ini seringkali terjadi, bahkan tanpa disadari sekalipun. Cobalah untuk tidak membawa serta kartu ATM dan kartu kredit ataupun uang tunai yang banyak (berlebih) ketika bepergian ke luar rumah.
Bawa saja sejumlah uang yang dibutuhkan, atau jika perlu, Anda bisa melebihkannya sedikit saja (dalam jumlah yang masuk akal) di luar kebutuhan tersebut. Hal ini akan membantu untuk lebih mudah mengontrol pengeluaran, terutama yang bersifat “kecelakaan”, sehingga Anda tetap bisa menyisihkan sejumlah uang untuk tabungan.

8. Pilih Tabungan dalam bentuk Asuransi Jangka Panjang

Langkah ini sangat tepat untuk yang selalu memiliki kebiasaan buruk dan sejuta alasan untuk menggunakan uang tabungan yang dimiliki, meskipun uang tabungan tersebut telah dimasukkan ke dalam rekening bank. Saat ini, Anda bisa lebih mudah untuk mengakses tabungan asuransi, sebab banyak bank dan perusahaan insurance yang memiliki layanan tersebut.
Tabungkanlah uang Anda di sana setiap kali menerima gaji, di mana tabungan ini akan berbentuk unit investasi  yang tersimpan pada lembaga pilihan. Tabungan Asuransi tentu berbeda dengan tabungan biasa, sebab tidak akan diberikan fasilitas kartu ATM untuk menarik sejumlah dana tersebut dengan mudah. Dan tentu saja disamping nilai tunai yang Anda miliki , Anda otomatis pasti punya nilai uang warisan untuk keluarga, apakah ini tidak hebat !
Anda menabung mendapatkan dua manfaat sekaligus !!!
Bukan hanya itu saja, tabungan yang dalam bentuk Asuransi ini tentu akan membuat Anda merasa sedikit berbeda dan lebih enggan untuk menarik / mencairkan setiap saat tanpa alasan yang mendesak. Uang tabungan akan lebih awet dan aman dalam tabungan Asuransi.

Disiplin dan Selalu Konsisten

Keberhasilan dalam menabung tentu akan sangat dipengaruhi oleh disiplin yang Anda miliki dalam mengelola keuangan. Hal ini akan jauh lebih mudah, jika ternyata memang bisa konsisten dan menjalani kegiatan tersebut secara berkesinambungan. Bukan hanya Rp10 juta saja, jumlah tabungan yang jauh lebih besar sekalipun sangat mungkin dimiliki, jika selalu disiplin dan konsisten untuk melakukan kegiatan tersebut.

Source :



Selasa, 16 Mei 2017

DICARI - SINARMAS - FINANCIAL SALES SERVICE MANAGER Surabaya

DICARI - SINARMAS

FINANCIAL SALES SERVICE MANAGER
Surabaya


Spesifikasi, memiliki :
Leadership, Financial knowledge, Sales Management
Punya customer base & pernah mengelola team.

Diutamakan:
Ex Bank, Forex, Reksadana, Insurance

Kompensasi :
Financing Salary 2 Digit + Insentif + bonus + non direct benefit

Hanya pelamar serius dan Qualified yg akan diinterview.

CV dikirimkan ke :
setyawanroses@gmail.com
WA: 08122789402


Mengenai Saya, silahkan Klik: https://www.linkedin.com/pub/setyawan-roses/44/583/bba

Foto saya
Peduli & Concern Tentang Sales - Saving & Personal Financial Planning